materi penologi tentang jenis pidana dalam KUHP

 

jenis-jenis pidana menurut KUHP

 

  1. Pidana Mati

Adalah pidana terberat menurut perundang-undangan kita dan tidak lain berupa sejenis pidana yang merampas kepentingan umum yaitu jiwa atau nyawa manusia.

Golongan yang tidak setuju pidana mati, menyebutkan alasan-alasan sbb :

1)    Sifat pidana mati mutlak (Hakim juga manusia yang tidak luput dari kesalahan atau kekhilafan). Sehingga tidak jarang terjadi RECHTELIJKE DWALING (kekeliruan pengadilan).

Contoh klasik :

Sebelum revolusi prancis, kekuasaan raja monarki absolute. Hukumnya tidak tertulis. System pidana yang berlaku umumnya sangat bertentangan dengan perikemanusiaan. Yang lazim dijatuhkan adalah pidana mati dan pidana siksa.

Suatu ketika, JEAN CALLAS dituduh membunuh anaknya MARC ANTOINE CALLAS, meskipun membantahnya, JEAN CALLAS dijatuhi hukuman mati dengan pisau guillotine. Kejadian ini menggemparkan dan membangkitkan seorang sastrawan bernama VOLTAIRE membuat karangan kecaman atas tindakan ini, sehingga memicu semangat rakyat untuk menuntut perkara JEAN diperiksa kembali dan akhirnya terbukti MARC ANTOINE CALLAS mati karena tidak dibunuh melainkan bunuh diri dengan cara gantung diri.

2)    Pidana mati sangat bertentangan dengan perikemanusiaan. Negara tidak menghormati suatu kepentingan hukum manusia yang mahabesar yaitu JIWA atau NYAWA MANUSIA. Bukankah Negara itu sebagai pelindung kepentingan hukum manusia (hidupnya, kemerdekaannya, harta bendanya, keamanannya, kehormatannya).

3)    Pidana mati juga bertentangan dengan kesusilaan (etika)

4)    Jika pidana mati dipandang dari sudut tujuan pemidanaan :

–       Orang yang telah mati tidak kembali dan memperbaiki kelakuannya

–       Pidana mati tidak dilaksanakan di muka umum, maka demikian pengaruh daripada general preventif tidak akan berhasil.

5)    Pidana mati mengundang belas kasihan orang banyak sehingga mengundang pula protes terhadap pelaksanaannya.

6)    Pada umumnya kepala Negara cenderung merubah pidana mati menjadi seumur hidup.

Golongan yang setuju dengan Pidana Mati :

1)    Ditinjau dari sudut yuridis dikatakan bahwa dengan ditiadakannya pidana mati, maka hilanglah suatu alat yang penting bagi penerapan yang baik dari hukum pidana

2)    Mengenai kekeliruan hakim, dapat diatasi dengan pentahapan-pentahapan upaya hukum dan pelaksanaannya.

3)    Apakah penerapan pidana lainnya dapat menjamin si pelaku berkelakuan baik di tengah-tengah masyarakat?

Oleh para sarjana yang setuju, pidana mati disyaratkan sbb :

1)    Pidana mati hanya boleh dijatuhkan apabila benar-benar kepentingan umum terancam

2)    Pidana mati hanya boleh dijatuhkan apabila hakim benar-benar yakin dan kesalahan terdakwa dapat dibuktikan selengkap-lengkapnya.

3)    Pidana mati harus diancamkan secara alternative dengan lain jenis pidana sehingga hakim dapat memilih yang menurut keyakinannya lebih sesuai dengan kesalahan si terdakwa.

 

Pidana mati dalam KUHP, dibatasi pada kejahatan-kejahatan :

  1. Kejahatan thd Negara (104, 111 ayat 2, dan 124 ayat 3)
  2. Pembunuhan dgn berencana (140 ayat 3 dan 340)
  3. Pencurian dan pemerasan dengan keadaan yang memebratkan (365 ayat 4 dan 368 ayat 2)
  4. Pembajakan di laut, di pantai, di pesisir, dan di sungai (444)

Pidana mati di luar KUHP :

UU tentang Psikotropika dan Narkotika, dll.

  1. Pidana Penjara

AZ Abidin Farid dan Andi Hamzah menegaskan, pidana penjara adalah bentuk pidana yang berupa kehilangan kemerdekaan. Pidana penjara sudah dikenal sejak abad 16 dan abad ke-17.

Efektifitas pidana penjara dapat ditinjau dari dua aspek tujuan pemidanaan, yaitu aspek perlindungan masyarakat dan aspek perbaikan si pelaku.

Aspek perlindungan masyarakat :

–       Tujuan mencegah

–       Mengurangi atau mengendalikan tindak pidana

–       Memulihkan keseimbangan masyarakat (menyelesaikan konflik, mendatangkan rasa aman, memperbaiki kerugian, memperkuat kembali nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat).

–       Indikatornya, seberapa jauh frekwensi kejahatan dapat ditekan

Aspek perbaikan si pelaku :

–       Melakukan rehabilitasi

–       Memasyarakatkan kembali si pelaku dan melindunginya dari perlakuan sewenang-wenang di luar hukum.

–       Ukurannya, seberapa jauh pidana penjara mempunyai pengaruh thd si pelaku. Ada dua aspek yakni pencegahan awal (deterent aspect) dan aspek perbaikan (reformative aspect).

Lamanya pidana penjara maksimum khususnya1 hari dan maksimum umum 15 tahun berturut-turut (pasal 12 ayat 2).

  1. Pidana Kurungan

Merupakan pidana pembatasan kebebasan bergerak dan mewajibkan orang tsb menaati semua peraturan tta tertib yang berlaku di lembaga pemsyarakatan.

Pasal 18 KUHP, pidana kurungan paling sedikit 1 hari dan paling lama setahun, dan jika pemberatan karena samenloop atau residiv, ditambah menjadi  1 tahun 4 bulan.

Beberapa keistimewaan pidana kurungan :

  1. Para terpidana mempunyai hak PISTOLE yaitu atas biaya sendiri dapat mengusahakan kemudahan-kemudahan bagi hidupnya selama dalam lembaga pemasyarakatan.
  2. Para terpidana diberikan pekerjaan wajib yang sifatnya lebih ringan
  3. Dengan persetujuan kepala lapas, terpidana kurungan dapat dibenarkan untuk memakai pakaiannya sendiri.
  4. Maksimum ancaman pidana kurungan adalah 1 tahun dan dapat diperberat 1 tahun 4 bulan.
  5. Terpidana kurungan terpisah dengan terpidana penjara
  6. Pidana kurungan dilaksanakan dalam daerah terpidananya sendiri.

Lazimnya pidana kurungan diancamkan kepada :

1)    Kejahatan-kejahatan culpa pada umumnya

2)    Pelanggaran yang biasanya diancamkan secara alternative dengan pidana denda.

  1. Pidana Denda

Adalah merupakan bentuk pidana tertua bahkan lebih tua dari pidana penjara. Pidana denda merupakan hukuman berupa kewajiban seseorang untuk mengembalikan keseimbangan hukum sebagai penebus dosa dengan pembayaran sejumlah uang tertentu.

Minimum pidana denda adalah Rp.0,25 sen x 15, maksimumnya tidak ditentukan secara umum melainkan ditentukan dalam pasal-pasal dari tindak pidana yang bersangkutan dalam pasal-pasal dari tindak pidana yang bersangkutan dalam Buku II dan Buku III KUHP.

  1. Pidana Tutupan

Pidana yang dijatuhkan terhadap orang tertentu yang berupa pencabutan kemerdekaan berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (biasanya untuk kejahatan politik).

  1. Pidana Tambahan

Pada dasarnya pidana tambahan ini telah diatur secara rinci dalam ketentuan pasal 10 b KUHP sbb :

1)    Pencabutan hak-hak tertentu

2)    Perampasan barang-barang tertentu

3)    Pengumuman putusan hakim

Pencabutan hak-hak tertentu sebagaimana dalam ketentuan pasal 35 KUHP, adalah sbb :

1)    Hak untuk menduduki jabatan-jabatan atau jabatan tertentu

2)    Hak untuk memasuki angkatan bersenjata

3)    Hak memilih dan dipilih dalam pemilihan

4)    Hak menjadi penasihat hukum atau pengurus atas penetapan pengadilan menjadi wali, wali pengawas, pengampu atau pengawas atas orang yang bukan anaknya sendiri.

Perampasan barang-barang tertentu

Apabila suatu barang disita dan diajukan ke dalam pemeriksaan siding, nasib barang tersebut kemudian ditentukan dalam putusan hakim, ada tiga kemungkinan penyelesaiannya, yaitu :

1)    Dirampas untuk Negara, perampasan ini adalah merupakan pidana tambahan

2)    Dimusnahkan, tindakan ini merupakan tindakan kepolisian dan bukan merupakan pidana tambahan

3)    Dikembalikan kepada yang berhak, hal ini merupakan tindakan perdata.

Pengumuman Putusan Hakim

Dimaksudkan untuk pencegahan agar masyarakat dapat terhindar dari kelihaian busuk atau kesembronoan dari seorang pelaku.

Di dalam KUHP hanya untuk beberapa jenis kejahatan saja yang diancam dengan pidana tambahan ini yaitu :

1)    Menjalankan tipu muslihat dalam penyerahan barang-barang keperluan angkatan perang dalam waktu perang

2)    Penjualan, penawaran, penyerahan, membagikan barang-barang yang membahayakan jiwa atau kesehatan dengan sengaja atau karena alpa.

3)    Kesembronoan seseorang sehingga mengakibatkan orang lain luka atau mati

4)    Penggelapan

5)    Penipuan

6)    Tindakan merugikan pemiutang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s